Engineering

Uji Ketebalan Lapisan Anodizing (Anodisasi)

By

on

Lapisan oksida yang terbentuk pada permukaan aluminium sering disebut juga dengan lapisan anodisasi. Ketebalan lapisan anodisasi yaitu harga rata-rata dari hasil pengukuran dengan sekurang-kurangnya dilakukan 5 kali pengukuran ketebalan lapisan anodisasi pada aluminium lembaran dan pelat, dan sekurang-kurangnya 3 kali pengukuran pada produk ekstruksi yang dilakukan pada titik permukaan yang berguna dilokasi yang mewakili.
Untuk pengujian ketebalan lapisan anodisasi terdapat 2 (dua) macam metode yang sering digunakan, yaitu metode destruktif (merusak) dan metode non destruktif (tanpa merusak). Adapun kegunaan dari tiap jenis pengujian tersebut adalah seperti pada table dibawah ini :
Metode
Cara Uji
Fungsi
Metode Destruktif
Uji ketebalan menggunakan mikroskop
Cara ini sesuai untuk pengujian ketebalan dari kelas 2, namun dapat juga digunakan untuk pengujian kelas 3.
Uji ketebalan dengan pengelupasan kulit lapisan anodisasi
Cara ini dapat dilakukan untuk semua jenis (kelas) ketebalan, tetapi yang paling baik digunakan untuk kelas 3 atau yang lebih tipis.
Metode Non Destruktif
Uji ketebalan dengan menggunakan peralatan arus eddy
Cara ini hanya cocok untuk penentuan yang akurat pada permukaan yang datar atau silindris
Uji ketebalan dengan menggunakan mikroskop sinar celah
Cara ini sesuai untuk lapisan anodisasi yang bening. Cara ini tidak sesuai untuk lapisan anodisasi yang diwarnai gelap, kasar dan dietsa cukup dalam.

1. Metode Destruktif

Prinsip dari metode ini yaitu memerlukan specimen uji yang akan dirusak atau specimen uji yang dirusak lapisan anodisasinya sehingga specimen tidak adapat digunakan kembali.

2. Metode Non Destruktif

Pengujian dengan menggunakan metode ini tidak perlu merusak speesimen uji namun memerlukan peralatan yang khusus. Prinsip dasarnya yaitu letak/posisi lapisan anodisasi yang berada diantara logam dasar dan peralatan akan merubah beberapa sifat yang dapat diukur oleh alat tersebet. Besar perubahan sifat tergantung pada tebal tipisnya lapisan anodisasi.

Salah satu contoh pengujian ketebalan anodisasi non destruktif yang sering digunakan yaitu dengan menggunakan mikroskop sinar celah. Prinsip kerjanya yaitu dengan memrroyeksikan sinar ke permukaan yang teranodisasi dengan sudut 45.

Karena adanya pembiasan sinar yang datang oleh lapisan anodisasi, jarak antara sinar yang diamati melalui mikroskop tidak menunjukkan ketebalan yang sebenarnya. Hubungan antara ketebalan (T) dan ketebalan yang terlihat (T1) dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Perhitungan tebal sesungguhnya adalah sebagai berikut :

Keterangan :
                             T   = Tebal sebenarnya
                             T1 =Tebal yang terlihat
                             n   = Indeks bias dari lapisan anodisasibekisar antara 1,59 sampai 1,62. Biasanya T
                                     diambil 2T dengan tingkat ketelitian 5 persen.
Sekian penjelasan dari saya mengenai pengujian ketebalan lapisan anodizing (anodisasi) semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Incoming search terms:

Komentar