kesehatan

Trik Dan Tips Jitu Mempersiapkan Kehamilan

on

Pernikahan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan hubungan yang sehat. Banyak hal yang diinginkan dari sebuah pernikahan. Hal yang sangat diinginkan dari sebuah pernikahan adalah mendapatkan momongan atau keturunan, singkatnya lagi baby….heeei

Namun tetap saja masih sering timbul masalah yang tidak menyenangkan dalam rencana punya anak setelah menikah. Ada juga yang setelah menikah sudah sekian tahun tapi tetap saja belum bisa menghasilkan keturunan. Hal tersebut bisa saja terjadi karena salah satu pasangan mungkin mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan tes kesehatan baik pria maupun wanita dalam mempersiapkan kehamilan. Karena sebaik-baiknya rencana adalah persiapan yang matang. Pasang strategi yang matang sebelum bertempur. xixixixi


Pemeriksaan sebelum hamil sebaiknya dilakukan agar calon ibu dan ayah memiliki kesehatan yang optimal saat pembuahan. Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan seperti:

  1. Mengevaluasi kesehatan secara menyeluruh
  2. Mengidentifikasi kemungkinan masalah yang serius
  3. Memberikan perawatan yang diperlukan sebelum hamil dalam rangka mempersiapkan tubuh yang sehat untuk hamil
  4. Memastikan bahwa tubuh ibu kebal terhadap infeksi seperti rubella yang dapat mempengaruhi kehamilan.
Dokter mungkin akan meminta pasangan untuk menjalani beberapa tes saat merencakan kehamilan untuk menghindari masalah saat hamil atau ketika melahirkan, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (7/10/2011) yaitu:

1. Riwayat kesehatan

Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan (diabetes, tekanan darah tinggi, lupus atau depresi) dan gaya hidup (pola makan, kebiasaan olahraga dan kemungkinan paparan zat berbahaya dari lingkungan rumah atau tempat kerja).

Serta beritahu dokter jika sebelumnya telah menggunakan kontrasepsi, memiliki masalah dengan menstruasi, pernah keguguran (keguguran berulang), aborsi atau kehamilan ektopik sebelumnya.

2. Pemeriksaan panggul

Pemeriksaan panggul standar untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksi seperti rahim, indung telur dan leher rahim. Jika terdapat infeksi atau kista maka dokter akan mengobatinya terlebih dahulu sebelum hamil.


3. Analisis urine

Pemeriksaan ini diperlukan untuk mendeteksi infeksi saluran kemih, karena berkaitan dengan risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah serta kelahiran prematur.


4. Pemeriksaan darah

Hal ini dilakukan untuk memeriksa anemia, golongan darah atau kelainan darah lainnya seperti thalasemia atau sickle cell anemia.

5. Catatan imunisasi

Banyak infeksi yang bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran cacat dicegah dengan imunisasi. Vaksinasi yang harus dipertimbangkan adalah imunisasi rubella, cacar air, tetanus dan hepatitis B.


6. Tes fungsi tiroid

Ganguan tiroid baik hipotiroid atau hipertiroid bisa mempengaruhi kehamilan seperti keguguran, sulit untuk hamil (masalah fertilitas) atau gangguan perkembangan janin.


7. Pemeriksaan untuk penyakit parasit

Penyakit parasit seperti toksoplasmosis relatif tidak berbahaya bagi orang dewasa, tapi berbahaya bagi janin dan bayi yang baru lahir seperti menyebabkan bayi cacat lahir. Untuk itu perlu diperiksa dengan melakukan tes darah sederhana.

Komentar