kesehatan

Teknik Anestesi Dalam Obstetri

on

Bidang kesehatan merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sekaligus memiliki sisi sosial yang cukup tinggi karena interaksi dalam bidang ini sangat dekat dengan masyarakat.  Oleh karena itu tenaga medias seperti dokter, bidan, perawat maupun yang laiinnya harus mampu mengusai komunikasi yang dengan masyarakat. Pembangunan komunikasi yang baik bertujuan untuk membantu kelancaran tenagag medis dalam menangani pasien maupun dalam menyampaikan beberapa diagnosis tenaga medis, sehingga pasien dapat memahami kejadian atau kasus kesehatan yang dialami.  Bisa diambil contoh apabila seorang pasien yang harus mendapatkan operasi karena tingkat kesehatan yang memang mengharuskan dioperasi dan harus mengkonsumsi obat anestesi atau bius untuk menghilangkan sedikit kesadarana agar rasa sakit dalam operasi tidak berlebihan, maka pasien harus diberi tahu terlebih dahulu tentang anestesi ini sehingga pasien akan merasa aman dan yakin.
Dalam pemberian anestesi merupakan sesuatu yang mungkin dipandang tidak cukup berbahaya,namun kenyataannya anestesi merupakan suatu rangkaian-rangkaian unsur kimia yang memang tidak cukup baik untuk tubuh manusia jika dikonsumsi secara belebihan dan berlanjut. Karena anestesi sangat berpengaru pada organ-oragan fital dalam tubuh manusia. Oleh karena itu pemberian anestesi harus sangat memperhatikan takaran dosis dan teknik yang tepat dalam pemberiannya. Menurut teknik pemberiannya anestesi dibagi menjadi dua yaitu :
1.  Anestesi Umum
Anestesi umum adalah suatu cara untuk menghilangkan kesdaran disertai hilangnya rasa sakit diseluruh tubuh disebabkan pemberian obat-obatan anestesi.
Cara pemberiannya antara lain adalah sebagai berikut :
– Metode tetes terbuka (open drop method)
– Metode separoh tertutup (semi closed method)
– Metode tertutup (closed method)
– Intubasi tracheal (tracheal intubation)
2.  Anestesi Regional dan Lokal

Adalah suatu cara untuk menghilangkan rasa sakit pada  Sebagian dari tubuh atau pada dearah tertentu saja dari tubuh.
Cara pemberiannya sebagai berikut :
– anestesi spinal (lumbal)
– blok subarachnoid
– blok kaudal
– blok pudendal
– Blok paraservikal dan uterosakral
– inflitrasi lokal dengan cara vagino perineal dan abdomilan
Bila pada anestesi umum, anatomi dan cara kerja alat-alat anestesi diperlukan maka pada anestesi regional dan lokal harus menguasai anatomi dan fisiologi tubuh terutama susunan syaraf.

Incoming search terms:

Komentar