Nasional

Sistem Pemilu Indonesia “LUBER”

on

Suasana pemilihan umum merupakan salah satu pesta rakyat yang wajib dinikmati oleh semua masyarakat di pelosok manapun belahan Indonesia Raya ini. Melalui sistem demokratis inilah penentuan masa depan bangsa akan dihitung karena dengan memilih presiden dan wakil presiden yang sebentar lagi akan menjadi pesta rakyat terbesar di Indonesia. Sebenarnya tidak hanya saja mengacu pada pemilihan presiden saja, pemilihan apapun dapat dilangsungkan dengan cara pemilu yang dilakukan secara langsung, umum, bebas dan rahasia atau biasa menjadi semboyan dengan kata LUBER
Sedikit meringkas tentang bagaimana sistem ini berlangsung tentu saja akan menjadi sebuah flashback informasi yang sudah melekat di masyarakat, namun sekedar menjernihkan kembali sebagai suatu pengantar untuk pemcahan masalah Komisi Pemilihan Umum menentukan DPT rasanya akan menjadi hal yang tepat. Jadi sistem pemilihan umum yang dipakai saat ini adalah sistem demokratir dengan cara yang langsung, jadi tidak dapat diwakilkan oleh siapapun baik anak, istri, suami dan orang tua. Memberikan surat kuasa jenis apapun untuk melangsungkan pemilihan agar tidak golput juga bukan cara yang ada dalam sistem ini, intinya pemilih atau hak pilih tidak dapat diwakilkan.

Kedua, pemilihan dilangsungkan secara umum yang konteksnya luas untuk di ikuti oleh siapapun yang menjadi warga negara indonesia yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau berusia 17 tahun. Bisa juga di asumsikan bahwa pemilihan itu dilangsukan secara umum didepan banyak publik di wilayah tempat tinggal mereka berdasarkan kesesuaian TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang telah ditentukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing kelurahan.
Ketiga, bebas menentukan pilihan tanpa mendapatkan paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Hak memilih berada di tangan pemilih, jadi orang lain tidak dapat memaksa siapapun untuk merubah pilihan mereka. Menentukan pilihan memang tidak bisa dipaksa karena nantinya memilih juga dilangsungkan secara rahasia tanpa dapat diketahui siapapun saat berada di bilik suara.
Yang terakhir adalah rahasia, dengan adanya kerahasiaan artinya anda hanya akan mengetahui siapa yang anda pilih tanpa diketahui oleh siapapun kecuali anda dan Tuhan. Dengan terjaganya kerahasiaan ini anda tidak perlu takut lagi bila anda diancam oleh seseorang untuk memilih yang bukan pilihan anda. Jangan takut serangan fajar istilahnya saat ini. Justru ada yang mengatakan bahwa ada beberapa pihak justru siap dan mau menerima serangan fajar. Sepertinya untuk istilah serangan fajar tidak perlu dijelaskan karena tidak masuk dalam sistem pemilihan umum yang demokratis.

Komentar