Engineering

Sistem Listrik Motor 4 Tak

on

Pada sepeda motor tentu saja terdapat banyak bagian yang kecil sampai yang besar, dari yang mudah dipahami sampai yang rumit dipahami. Sepeda motor atau kendaraan bermotor merupakan sebuah kendaraan yang penuh dengan sistem dan penyusun yang kompleks, sehingga motor tergolong kendaraan yang cukup memberikan dampak kemajuan dalam bidang teknologi otomotif yang baik. Dengan banyaknya sistem yang ada di dalam kendaraan motor tentu saja membuat kendaraan ini mejadi lebih fungsional dan lebih ekonomis dalam aplikasinya. Pada kesempatan kali ini ingin sedikit saya jelaskan pada salah satu bagian penting yang menjadikan motor memiliki nyawa karena bisa dikatakan ini adalah jantungnya motor yaitu sistem listrik motor 4 tak.
Sistem listrik motor 4 tak sebenarnya tidak berbeda jauh dengan sistem listrik motor 2 tak. Terdapat tiga inti bagian utama sistem kelistrikan motor 4 tak ini berdasarkan pengelompokannya yaitu :

1. Sistem Pengisian
Sistem pengisian merupakan salah satu sistem yang dibangun untuk membuat motor memiliki suplai tenaga untuk memenuhi dan menyiapkan tempat untuk memenuhi kebutuhan listrik yang ada di dalam sistem kelistrikan motor. Aki pada sepeda motor merupakan salah satu sistem pengisian yang ada pada sepeda motor digunakan untuk menjalankian motor starter atau starter elektrik, klakson, lampu dan komponen kontrol lainnya.
Aki hanyalah alat yang digunakan untuk menampung listrik yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan komponen listrik lain yang membutuhkan, oleh karena itu untuk membuat aki tetap berisi maka dibutuhkan sumber arus tenaga listrik untuk mengisinya.

Komponen pada sistem pengisian aki merupakan hal yang mensuplai listrik untuk memenuhi kapasitas aki, komponen sistem pengisian aki ini antara lain kumparan pengisian, regulator dan sekering. Kumparan pengisian digunakan untuk sumber arus, arus yang dihasilkan kumparan akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) namun untuk memenuhi kebutuhan listrik motor yang menggunakan arus listrik searah (DC) maka digunakan regulator untuk mengubahnya. Sedangkan untuk mencegak terjadinya hubungan arus pendek yang terjadi karena adanya kelebihan beban arus listrik maka dibatasi dengen sekering yang berfungsi memutus arus litsrik apabila terjadi kelebihan beban.

2. Sistem Pengapian
Sistem pengapian merupakan salah satu hal yang sebenarnya memiliki peran utama dala menghidupkan motor karena meskipun ada sumber arus tetap tidak akan berfungsi tanpa adanya sistem pengapian. Sistem pengapian dalam motor 4 tak berfungsi sebagai penghasil listrik tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan api pada busi (spark plug). Dengan adanya percikan bunga api maka akan menimbulkan terjadinya pembakaran bensin yang berada pada ruang pembakaran atau combustion chamber.

3. Sakelar, lampu, klakson dan sistem kontrol
Bagian-bagian ini merupakan salah satu sistem yang juga berfungsi sebagai control unit pada sepeda motor yang memiliki fungsi penting dalam menunjang efisiensi kendaraan bermotor.
Sakelar merupakan salah satu bagian atau komponen yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutus arus listrik dari aki menuju ke peralatan lainnya di dalam motor seperti lampu dan klakson.
Lampu, merupakan salah satu komonen yang merubah energi listrik menjadi cahaya berfungsi sebagai media penerangan pada sepeda motor apabila digunakan pada malam hari. Saat ini lampu juga merupakan alat keselamatan yang harus dinyalakan siang maupun malam untuk mencegah terjadinya kecelakaan dijalan.
Klakson, bagian kendaraan bermotor yang menopang dan menjaga keselamatan pengendara saat beroprasi di jalan. Bagian ini mengubah energi listrik dari sumber listrik (aki) menjadi energi suara dan berfungsi sebagai media penanda atau peringatan bagi orang lain.
Sistem Kontrol, Sistem kontrol kendaraan bermotor merupakan komponen atau bagian utama lain yang fungsinya cukup memberikan banyak manfaat, kalau ditinjau mungkin sistem kontrol ini sebenarnya justru menjadi sebuah pengingat atau penanda sehingga orang dapat mengontrol setiap kejadian yang ada didalam motor. Sistem kontro ini antara lain adalah sepedo meter yang merupakan salah satu sistem kontro yang memberikan informasi kecepatan yang digunakan oleh pengendara terhadap laju kendaraannya. RPM atau rotasi per menit yang merupakan sebuah tanda atau sistem kontro untuk menunjukan kecepatan putaran mesin per menit. Selain itu ada sistem kontro untuk perpindahan gigi, jauh dekat lampu, kontrol volume bahan bakar dan kontrol suhu mesin.

Incoming search terms:

Komentar