Engineering

Prinsip Kerja Turbin Uap

on

Prinsip kerja turbin uap perlu dipelajari oleh orang yang bekerja di bidang industri seperti pabrik atau pembangkit listrik. Kata turbin berasal dari kata turbo yang merupakan bahasa Yunani dan memiliki arti “putar”. Dari istilah tersebut, pastinya sudah bisa dibayangkan bahwa turbin merupakan sesuatu yang berputar. Turbin merupakan benda penghasil energi yang memiliki komponen penting berbentuk baling-baling atau kincir dan digerakan oleh tenaga angin, uap, atau air. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai turbin yang digerakan dengan tenaga uap atau disebut turbin uap. Turbin uap merupakan salah satu turbin yang energi penggeraknya bisa dibuat sendiri. Pertama, uap panas yang dibuat mengeluarkan energi potensial yang selanjutnya diubah menjadi energi kinetik yang dapat menggerakan kincir atau baling-baling turbin. Kemudian pergerakan baling-baling tersebut akan menghasilkan energi mekanik yang menjalankan mesin turbin.

Komponen utama dalam sebuah sistem turbin uap antara lain ketel uap, turbin, kondensor dan pompa air ketel. Ketel uap merupakan tempat keluarnya uap yang nantinya akan menggerakan beban berupa baling-baling pada turbin. Kemudian uap melewati kondensor yang berisi air pendingin. Uap yang sudah mendingin akan kembali menjadi air dan mengalir kembali ke dalam pompa air ketel. Dalam pompa air ketel air dipompa untuk dipanaskan didalam ketel uap dan uapnya kembali dikeluarkan untuk menggerakan beban pada turbin. Begitu seterusnya hingga baling-baling turbin terus berputar dan turbin bisa menghasilkan energi mekanik.


Siklus kerja turbin uap seperti yang dijelaskan diatas merupakan siklus turbin yang paling sederhana. Siklus sederhana ini disebut rankine tertutup yang hanya terdiri dari 4 proses. Proses yang pertama adalah pemompaan air dalam pompa air ketel yang nantinya akan berlanjut menjadi proses yang kedua yakni pemasukan panas dalam ketel uap. Setelah uap dihasilkan, proses ketiga yakni ekspansi atau penggerakan turbin oleh uap terjadi. Setelah proses ketiga, akan berlanjut ke proses keempat yakni pendinginan uap air pada kondensor. Proses tersebut lalu kembali lagi ke proses pertama dan begitu seterusnya hingga turbin uap dapat menjadi mesin pembangkit energi.

Incoming search terms:

Komentar