Engineering

Prinsip Kerja Orifice dan Jenis-jenis Orifice

on

Sistem pengukuran teknik merupakan salah satu materi yang di pelajari dalam ilmu teknik di setiap univeristas terutama pada fakultas teknik. Hal ini menjadi sangat penting karena berdasarkan pengukuran maka seorang enggineering dapat menentukan apa yang akan di pertimbangkan melalui suatu perhitungan menggunakan rumus tersebut berdasarkan pengukuran sebelumnya.

Betapa pentingnya pengukuran untuk mendapatkan suatu hasil analisa dan perhitungan yang akurat tentu saja membutuhkan banyak dukungan antara lain seperti ketelitian pengukur dan ketelitian instrumen ukurnya sendiri.

Berkaitan dengan hal tersebut salah satu alat ukur yang akan di soroti pada kali ini adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju fluida pada media tertutup atau pipa yang disebut orifice.

Berdasarkan pengertian orifice, alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran volume atau massa suatu fluida dalam saluran tertutup ini memiliki beberapa jenis dan fungsinya masing-masing.

Berikut ini adalah macam-macam orifice yang digunakan untuk berbagai jenis aliran fluida :

1. Concentric Orifice
Merupakan orifice yang digunakan untuk mengurangi jarak tempuh aliran sehingga akan mengalami perbedaan tekanan melintang dengan bentuk lubang yang memiliki kemiringan takik 45 derajat.

2.Counter Bore Orifice
Fungsinya dari orifice jenis ini sama saja dengan fungsi dasar orifice sendiri, hanya saja penentuan ukuran lubang yang lebih besar dan tidak memiliki takik. Tentu saja hal ini akan menghasilkan tekanan yang tidak melintang seperti orifice poin 1.

3. Eccentric Orifice
Merupakan jenis orifice yang bertakik sama dengan concentric orifice, hanya saja posisi lubang yang tidak berada pada tengah.

4. Quadrant Bore Orifice
Orifice dengan spesifikasi yang merekomendasikan bilangan Reynold di bawah 1000 dengan tingkat viscositas yang tinggi.

5. Segmental Orifice
Bentuk lubang dari orifice jenis ini berbentuk huruf D terletak pada bagian bawah orifice dan digunakan untuk mengukur fluida dengan kandungan sedimen yang tinggi.

6. Restriction Orifice
Orifice yang ditunjukkan untuk fluida gas untuk menghasilkan presure drop yang besar.

Prinsip kerja orifice berdasarkan fungsinya unuk mengukur laju aliran sama dengan prinsip beda tekanan atau yang biasa di sebut dengan Prinsip Bernoulli bahwa terdapat hubungan antara tekanan fluida dan kecepatan fluida yaitu jika kecepatan meningkat maka tekanan akan menurun dan begitu juga sebaliknya.

Pada dasarnya orifice memiliki bentuk bulat dengan pegangan atau gagang berupa plat tipis yang memiliki lubang pada bagian tertentu yang biasanya berada pada posisi tengahnya. Fluida akan mengalir melalui pipa dan akan di lewatkan melalui lubang pada orifice yang mengakibatkan terjadinya perubahan tekanan dan kecepatan.

Dengan terjadinya perubahan tekanan dan kecepatan pada pipa tersebut maka dapat terjadi adanya kecepatan maksimum dan tekanan minimun, hal ini biasa di sebut Vena Contracta. Dan setelah melewati titik temu (vena contracta) maka akan terjadi perubahan kecepatan dan tekanan lagi, sehingga dengan mengetahui perbedaan tekanan pada pipa norma dan tekanan pada vena contracta tersebut, maka dapat ditentukan persamaan Bernoulli nya dengan laju aliran volume dan masa yang didapat.

Demikianlah sedikit literatur yang dapat dijabarkan. Kekurangan informasi merupakan kelemahan yang sedang dipelajari lebih lanjut sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat.

Incoming search terms:

Komentar