Mobil

Porsche Mencoba Bertahan Sekuat Tenaga Di Tengah Kondisi Perekonomian Indoensia Yang Kurang Baik

on

Ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini sedang dilanda kesulitan karena di sebabkan oleh nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS kian meningkat. Banyak pabrikan otomotif dunia yang hadir di Indonesia bimbang denganĀ  pemasaran produk mereka di Indonesia. Hal tersebut di sebabkan karena harga jual berbagai produk otomotif di Indonesia kain meningkat yang dimana bias menyebabkan dampak yang kurang baik bagi para konsumen. Selain dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ternyata juga masih ada satu factor lain yakni adala biaya impor biaya pajak PPnBM. Salah satu pabrikan otomotif yang terkena dari dapak tersebut adalah Porsche yang dimana Porsche Indonesia sedang mencoba untuk bertahan pada pasaran otomotif nasional meski kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak baik.

Namun meski nilai tukar mata uang rupiah sedang merosot yang dimana saat ini sudah mencapai level Rp 14 ribu. Namun Porsche Indonesia masih memiliki strategi dalam proses penjualan mobil Porsche di Indonesia, yakni dengan menggunakan cara menahan harga jual yang masih sama seperti pada periode sebelumnya agar minat para konsumen masih tetap tinggi terhadap mobil-mobil Porsche.

Christoper Choi selaku Managing Director Porsche Indonesia memberikan penjelasan bahwa dengan berubahnya harga jual sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh factor nilai tukar mata uang. Tetapi ada juga factor lain yakni seperti impor duty (Biaya Bea Masuk), PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), dan lain sebagainya.

Seperti yang dilansir oleh Kompas Otomotif pada hari Rabu 26 Agustus 2015, Christoper Choi juga mengatakan bahwa pada intinya kita harus berusaha untuk tidak menaikkan harga sekuat mungkin dan tetap mengikuti regulasi dari pihak pemerintah.

Factor PPnBM yang saat ini berlaku di Indonesia, beberapa saat lalu baru saja naik juga memberikan dampak pada harga jual mobil Porsche di Indonesia. Bahkan dengan diberlakukannya keniakan pajak penjualan atas barang mewah pada beberapa saat lalu membuat pabrikan mobil Sport asal Jerman ini terpaksa harus menggerakkan semau model mobil Porsche dengan harga jual yang meningkat hingga mencapai 10 persen.

Tentunya semau pabrikan otomotif memiliki strategi tersendiri demi untuk mendapatkan target yang diinginkan. Sedangkan untuk Porsche sendiri, strateginya adalah dengan mengikuti pameran otomotif besar misalnya seperti GIIAS 2015 yang saat ini masih berlangsung, serta mengadakan test drive. Lalu kemudian juga diberikannnya kemudahan dalam membeli mobil Porsche secara ktedit pun telah diberikan oleh Porsche Indonesia yang telah bekerjasama dengan pihak leasing.

Recommended for you

Komentar