Engineering

Penjelasan Lengkap Tentang Prinsip Kerja CDI Pada Motor

on

Mungkin, istilah singkatan CDI (Capasitor Discharge Ignition) dan prinsip kerja CDI pada motor belum banyak yang mengetahui. Karena watak masyarakat kita yang cenderung hanya mau menggunakan saja tapi tidak mau mengetahui seperti apa dan bagaimana kegunaan akan sesuatu. Sehingga pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang CDI. CDI sering disebut juga sebagai sistem pengapian kondensator atau kapasitor.

Kondensator merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor. Sistem pengapian ini memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari kondensator untuk mencatut daya kumparan pengapian.

Sistem pengapian dengan menggunakan CDI terbukti lebih menguntungan ketimbang pengapian dengan cara konvensional (menggunakan platina) karena dengan sistem pengapian CDI mampu menghasilkan tegangan pengapian yang lebih besar (sekitar 40 KV) dan stabil, sehingga proses pembakaran campuran bensin dan udara menjadi lebih sempurna. Dengan demikian, jelas menunjukan endapan karbon pada busi bisa dihindari.

Selain itu, pengapian dengan sisem CDI tidak memerlukan penyetelan seperti penyetelan pada sistem pengapian platina. Sebab, peran platina telah tergantikan dengan thyristor sebagai saklar elaktronik dan pulser coil yang dipasangkan pada flywheel generator atau rotor alternator.

Kemudian disamping itu terdapat pula beberapa kelebihan dari CDI, seperti mesin lebih mudah di start, kemasan CDI yang dilapisi plastik sehingga tahan terhadap air dan goncangan, dan pemeliharaan yang lebih mudah karena kemungkinan aus pada titik kontak platina tidak ada.

Berikutnya adalah sistem kerja CDI. Pada saat magnet permanen yang ada di flywheel berputar, maka akan menghasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari source coil. Arus ini akan diterima oleh CDI unit dengan tegangan yang dihasilkan sebesar 100 – 400 volt.

Arus ini kemudian dialirkan pada SCR, dengan adanya pemicu pada SCR tersebut mampu mengalirkan arus dari anoda ke katoda yang ada dalam papan komponen CDI kemudian terjadilah pengapian. Selain itu SCR pada sistem pengapian CDI bekerja lebih cepat dari platina, sehingga menunjukan bahwa sistem pengapian CDI lebih baik daripada platina.

Incoming search terms:

Komentar