Engineering

Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Cara Kerja Elektrolisis atau Elektrolit

By

on

Pada postingan sebelumnya saya telah menjelaskan tentang Pembentukan Lapisan Oksida Pada Proses Anodizing. Maka pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai elektrolit. Yang dimaksud dengan sel elektrokimia adalah sel tempat berlangsungnya peristiwa reaksi kimia yang melibatkan arus listrik. Berdasarkan energinya, sel elektrokimia dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Sel Galvanik (galvanic cell)
    Yaitu sel yang merubah reaksi kimia (reaksi redoks) menjadi energy listrik. Contoh aplikasinya biasanya terdapat pada baterai atau accumulator.
  2. Sel Elektrolitik (electrolytic cell)
    Sel yang menggunakan energy listrik sebagai sumber energy untuk menimbulkan reaksi kimia (reaksi redoks). Proses yang terjadi pada sel elektrolit disebut dengan elektrolisis. Dasar dari terjadinya proses electroplating dan Proses Anodizing yaitu proses elektrolisis.

Cara kerja sel elektrolisis dijelaskan pada gambar dibawah ini. :

1. Sumber arus searah memompa electron dari katoda ke anoda. Kemudian electron ini ditangkap oleh kation (ion positif) pada larutan elektrolit sehingga pada permukaan katoda terjadi reaksi reduksi terhadap kation.

2. Pada saat yang sama, anion (ion negative) pada larutan elektrolit akan melepaskan electron. Melalui anoda, electron dikembalikan ke sumber arus. Maka dengan demikian, pada permukaan anoda terjadi oksidasi terhadap ion.

Reaksi yang terjadi pada sel elektrolit :

Pengertian dan penjelasan tentang Elektrolit

Elektrolit adalah komposisi kimia yang akan terpisah menjadi ion-ion apabila dilarutkan dalam pelarut, hasil dari pemisahan ini berupa ion-ion yang berfungsi sebagai penghantar listrik. Pada dasarnya daya hantar listrik larutan elektrolit tergantung pada jenis elektrolit itu sendiri dan juga persentase konsentrasinya. Macam-macam larutan elektrolit diantaranya adalah larutan asam, basa dan garam.

1. Elektrolit asam (Acid Electrolyte)

Elektrolit asam yaitu elektrolit yang apabila dilarutkan dalam air maka akan melepaskan ion (H+). Contoh dari elektrolit asam yang biasanya digunakan diantaranya adalah asam sulfat, asam phospat, dan asam clorida.

2. Elektrolit basa (bases electrolyte)

Yaitu jenis elektrolit yang apabila dilarutkan ke dalam air maka akan melepaskan ion (OH-). Salah satu contoh dari elektrolit jenis basa yaitu NaOH (Caustic soda).

3. Elektrolit garam (salts electrolyte)

Yaitu suatu jenis elektrolit yang apabila dilarutkan ke dalam air maka akan terbentuk ion-ion selain (H+) dan (OH-). Salah satu contoh dari elektrolit jenis garam yaitu natrium klorida (NaCl).

Sekian penjelasan mengenai elektrolisis (elektrolit) dari saya, semoga bermanfaat. Untuk postingan selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai cara pengujian ketebalan lapisan oksida hasil proses anodizing.

Incoming search terms:

Komentar