Engineering

Pengertian Anodizing / Anodisasi Menurut Ahli

By

on

Pengertian Anodizing – Anodizing atau anodisasi merupakan suatu proses pembentukan lapisan pada permukaan logam dengan cara mereaksikan atau mengkorosikan suatu logam (biasanya aluminium) dengan oksigen (02) yang diambil dari larutan elektrolit yang digunakan sebagai media sehingga terbentuk lapisan oksida. Proses anodizing memiliki prinsip yang hampir sama dengan pelapisan dengan cara listrik (electroplating), namun bedanya logam/material yang akan dioksidasi ditempatkan pada anoda (kutub positif) didalam larutan elektrolit. Perbedaan lainnya yaitu larutan elektrolit yang digunakan bersifat asam dengan penyearah arus bertipe DC dan berampere tinggi.

  

Keterangan :

  1. Anoda (bahan kerja)
  2. Katoda (penghantar)
  3. Elektrolit
  4. Sumber arus searah (DC)

Sebenarnya pada permukaan aluminium sebelum dilakukan anodisasi sudah memiliki lapisan oksida yang terbentuk akibat reaksi terhadap udara sekitar, namun tingkat ketebalan lapisan yang terbentuk masih sangat tipis sehingga untuk meningkatkannya diperlukan proses anodisasi. Adapun tujuan dari peningkatan ketebalan lapisan oksida yaitu untuk meningkatkan daya tahan aluminium terhadap korosi, meningkatkan kekerasan permukaan dan juga dapat meningkatkan adhesifitas sehingga lapisan yang ditempelkan dapat menempel lebih kuat karena terbentuk lapisan oksida yang berpori.

Hasil dari proses anodisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, rapat arus, voltase, waku proses, elektrolit yang digunakan dan lain-lain. Sehingga untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan maka beberapa faktor tersebut harus dikendalikan. Berikut ini adalah beberapa tipe anodisasi berdasarkan jenis larutan elektrolit dan aplikasinya.

 
Komposisi Elektrolit
Rapat arus (A/dm3)
Voltase (V) (DC)
Temperatur (0C)
Waktu Proses (min)
Tebal Lapisan (µ)
Aplikasi
Chromic Acid Proses
CrO3 : 2,5-3,0%
0,1-0,5
0-40
40
40-60
2-15
Perlindungan dasar dan lapisan organik
Phosphoric Acid Process
H3PO4 : 10-12%
0,3-0.8
10-20
15-30
15-30
2-5
Pre-treatment sebelum pelapisan lanjutan
Accelarated Chromic Acid Process
CrO3 : 5-10%
0,15-0,3
0-40
35
20-30
2-3
Untuk proteksi
Sulphuric Acid Process
H2SO4 : 10-20%
1,0-2,0
10-20
20-30
10-30
5-35
Untuk proteksi, Baik untuk dasar cat
Oxalic Acid Proses (COOH)2 : 3-10%
1,0-3,0
40-65
20-35
30-60
10-65
Pelindung dan dekoratif
Boric Acid Process H3BO3 : 9-15%
1,0-3,0
50-500
0-95
20-60
0,25-7,5
Untuk kondensor elektrolit
Hard Anodize
Mixed elektrolite
H2SO4 : 10-20%
(COOH)2 : 0,5-1%
3,0-4,0
20-90
-5-5
20-80
40-80
Lapisan keras, tebal dan tahan gores
E-matal Process
(COOH)2+Ti or Zr or Ti salt
0,2-0,3
120
50-70
20-60
10-20
Proteksi dan dekoratif untuk bahan non logam
Micro-Arc Oxidation
(Alkali-Silicate Elektrolyte)
0,2-0,3
A/sq.cm
1000-1100 AC
30-35
25-30
45-50
Tahan korosi dan untuk isolator
Sekian penjelasan mengenai pengertian anodizing/anodisasi, mudah-mudahan bermanfaat. Pada artikel selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai Pembentukan Lapisan Oksida Pada Proses Anodizing dan rumus untuk mencari current density (rapat arus) yangsesuai untuk proses anodisasi berdasarkan dimensi material. (Sumber : Google.com)

Incoming search terms:

Komentar