Nasional

PEMILU 2014:PDIP mengungguli perolehan suara ParPol lain

By

on

wartasaranamedia.com – Pada pemilu legislaitif yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 9 April 2014 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) unggul dalam penghitungan suara cepat (Quick Count) yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey.
Hasil jumlah perolehan suara yang diproleh oleh partai berlambang banteng ini menempati urutan pertama yaitu sebesar 19,05%, sementara urutan kedua ditempati oleh partai golkar yang mendapat perolehan suara terpaut hanya 4% dari PDIP. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Partai Gerindra yang mampu memperoleh suara sebesar 11,51%.

Unggulnya partai pimpinan Megawati Soekarnoputri atsa parpol lain ini tidak terlepas dari “Jokowi Effect”. Sosok Joko Widodo (Jokowi) sendiri adalah calon kandidat presiden yang di usung oleh partai berlambang kepala banteng ini. Gubernur DKI Jakarta ini dianggap sebagai vote getter yang efektif bagi partainya.
Untuk posisi runner up berhasil  ditempati oleh Partai Golongan Karya (Golkar) yang mampu memperoleh hasil suara sebesar 15,47%, hal ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dan cukup signifikan pada pemilu 2014 ini. Perolehan suara yang diperoleh Partai Golkar jauh melampaui perolehan suara partai yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Partai Demokrat.

Pada pemilu 2014 perolehan suara yang diperoleh oleh Partai Demokrat jauh lebih buruk jika dibanding dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pada pemilu tahun ini partai yang berlambang mercy ini hanya memperoleh suara sebesar 9,37%. Hal ini bias jadi dikarenakan skandal kasus korupsi yang menimpa sejumlah pengurus partai dalam partai ini yang dinilai sebagai penyebab utama turunya elektabiitas partai.

Untuk posisi ketiga ditempati oleh partai Gerindra, naiknya perolehan suara Partai yang dipimpin oleh Prabowo subianto ini merupakan hasil dari sosialisasi program pembangunan bangsa yang dinilai cukup relistis oleh masyarakat, program partai berlambang kepala burung Garuda ini dinilai sangat pro dengan masyarakat menengah kebawah. Diperkirakan masyarakat lebih tertarik dengan program kerja partai yang didukung oleh Probowo.
Kondisi yang kurang memuaskan justru diperoleh oleh partai yang di usung oleh Wiranto yaitu Partai Hanura. Sebelum pemilu berlangsung sejumlah pengamat memperkirakan partai yang mengusung WIN-HT sebagai pasangan capres dan cawapres ini dapat masuk sebagai tiga besar parpol, akan tetapi sampai berita ini diturunkan partai hanura hanya bias memperoleh 5,17% suara. Padahal partai Hanura sangat gencar dalam melakukan sosialisasi partai melalui media massa yang dimiliki oleh Hari Tanoesudibyo.

Komentar