Batu Akik

Mitos Batu Akik Merah Delima

on

Batu akik merah delima menjadi salah satu batu akik primadona karena tak sembarang orang bisa memilikinya. Batu akik ini termasuk jenis batu akik yang langka dan memiliki harga yang sangat mahal. Namun, disamping itu, konon, batu akik ini hanya mampu dimiliki oleh orang-orang tertentu saja atau orang yang dipercaya sebagai orang yang beruntung.
Dalam pasar Internasional, batu permata ini disebut sebagai batu Ruby. Sebagian besar orang masih percaya bahwa batu ini berasal dari alam ghaib yang sering disebut sebagai mustika merah delima. 
Konon, dari cerita yang sempat berkembang di masyarakat, batu merah delima yang benar-benar asli hanya berasa dari alam ghaib dan tidak ditemukan di alam manusia seperti halnya batu akik lainnya yang bisa diperoleh di perut bumi dengan kedalaman tertentu.
Menurut mitos, orang yang memiliki batu merah delima hanyalah orang-orang yang memiliki jiwa spiritual yang tinggi dikarenakan batu akik ini adalah penjelmaan dari roh halus. Hanya orang-orang yang berhati bersih saja yang bisa memiliki batu akik yang cantik dan sakti ini. Cerita ini adalah segelintir mitos yang menyertai batu merah delima. Benar atau tidaknya cerita ini tergantung anda yang memaknainya.
Batu merah delima termasuk ke dalam batu legenda yang sudah dikenal sejak lama memiliki kesaktian yang luar biasa. Ciri-ciri batu merah delima yang asli adalah memiliki warna merah, jika dimasukkan ke dalam kolam, maka air yang ada di dalam kolam akan memerah, jika dimasukkan ke dalam gelas berisi air, dan diantaranya diletakkan 40 gelas yang sama, maka ke-40 gelas tersebut airnya akan berubah menjadi merah, ukurannya hanya sebesar biji buah delima, dan tidak lebih serta bisa menyala.
Konon, orang yang memiliki batu ini adalah seseorang yang sakti mandraguna. Batu ini akan membuat si pemilik bisa menghilang, tampil lebih berwibawa, dicintai, disegani banyak orang, apa saja yang diinginkan terkabul, dan masih banyak yang lainnya. Jika anda merupakan salah satu yang memiliki batu ini, maka berbahagialah.

Komentar