Nasional

Langkah Menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Dalam Pemilu

on

Pemilihan umum merupakan sebuah langkah cerdas sebuah era kepemimpinan yang demokratis suatu negara seperti yang dilakukan oleh negara tercinta kita Indonesia ini. Sistem pemilihan umum yang digunakan negara berkembang manampun tetap menggunakan sistem vote seperti pemilihan yang telah dilakukan seperti yang ada saat ini. Namun beberapa warga masyarakat terkadang tidak menggunakan mata pilihnya atau menyatakan dirinya golput (tidak milih). Namun dalam permasalah ini ternyata sebetulnya ada yang memang golput atau ada beberapa warga masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya karena tidak masuk dalam daftar mata pilih atau yang dikenal dengan DPT. 
Permasalah yang sering timbul oleh hal tersebut karena saat ini dalam penyampain daftar mata pilih yang diberikan oleh Capil (catatan sipil ) dari kecamatan kepada KPU belum valid. Hal ini terjadi memang sebenarnya bukan karena permasalah dari capil sendiri, namun dari kesadaran masyarakat yang memang terkadang tidak mementingkan pelaporan dirinya apabila telah menikah sehingga berpindah domisili. Hal ini yang menyebabkan banyaknya terjadi kelalaian dalam penentuan DPT.
Oleh karena masalah diatas sebenarnya telah disusun dalam kelurahan yaitu petugas pendaftar mata pilih (PANTARLIH) bertugas mendata siapa saja yang ada di lingkungan masyarakat tersebut yang belum terdaftar dan masuk menjadi pemilih baru atau telah berusia 17 tahun terhitung sampai tanggal 9 juli 2014 untuk masuk dalam DPT Pemilihan Presiden tahun 2014. Hal ini menjadi solusi terbaik yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat bagi warga yang sadar akan pentingnya menjadi pemilih.
Selain hal diatas juga timbul masalah-masalah lain yang menjadi perosalan tidak terdaftar sebagai mata pilih. Apabila memang hal tersebut terjadi pada anda, maka sebaiknya anda melapor kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan secara langsung agar dimasukkan dalam DPT. 
Untuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan diluar pulau hal juga merupakan masalah yang perlu diselesaikan. Apabila hal ini terjadi maka solusinya adalah sebagai berikut sesuai dengan peraturan KPU yang berlaku :
  1. Apabila sudah memiliki KTP daerah dimana anda menempuh pendidikan maka laporlah ke kelurahan/petugas PPS/RW/Pantarlih yang bertugas di wilayah anda supaya anda bisa langsung didaftar. Sebaiknya langsung kepada PPS.
  2. Jika belum memiliki KTP setempat maka tanyalah terlebih dahulu di domisili asli anda, apakah anda telah terdaftar atau belum. Jika sudah terdaftar maka nantinya akan ada formulir dari PPS setempat yang diterbitkan oleh KPU bisa anda gunakan untuk menyatakan bahwa anda akan mencoblos di TPS anda berada saat ini. Jika lokasinya jauh bisa dikirim lewat POS. 
  3. Mintalah surat pindah domisili sah dari kelurahan tempat tinggal awal ke tempat tinggal baru. Dengan modal ini juga bisa menjadi pemiliha dalam Daftar Pemilih Khusus Tambahan Baru (DPKTb). Lalu melaporlah ke kelurahan setampat bahwa anda telah pindah domisili.

Hal diatas tersebut juga dapat digunakan untuk siapa saja yang berada di luar wilayah pemilihan baik yang bekerja luar kota, mahasiswa maupun warga baru yang pindah domisili.

Komentar