Bisnis

Konsep Bisnis dan Gaya Usaha Masa Kini

on

Dewasa ini banyak orang yang menanyakan tentang konsep usaha masa kini. Hal ini meliputi usaha yang sedang ngetrend, peluang – peluang usaha yang bisa dibuat, bahkan sampai ada yang berebut dalam hal teknis, seperti rebutan pasar, kolega, sampai konsumen. Fenomena ini menjadi klise jika dilihat dari konsep usah itu sendiri. Ini semua sudah dijelaskan daalm sirkuit kapital yang sebagaimana telah dijelaskan oleh Marx dalam prinsip kapitalisme. Pada teori tersebut dijelaskan arus sirkuit kapital yang tidak akan melahirkan persaingan. Karena setiap orang memiliki pasar sendiri, barang sendiri, dan kesempatan yang mandiri bagi setiap individu – individu yang bergerak.
Maka dalam rangka menjalankan sistem tersebut dibutuhkan konsep yang benar – benar matang dalam merencanakan calon usaha anda. Langkah utama yang bisa kita ambil adalah dengan cara melihat kebutuhan pasar. Karena dengan begitu kita bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Boleh juga dengan konsultasi dengan beberapa teman atau kolega yang sudah memuliai membuka usaha terlebih dahulu, agar anda bisa tahu rambu – rambu apa saja yang harus anda lakukan dan apa yang harus anda hindari. 
Sesekali melihat atau menilai konsidisi “calon” rival dalam menjalankan usaha juga penting, karena mungkin kita bisa sembari memikirkan dan mengonsep usaha yang akan anda lakukan, anda juga bisa menyiapkan langkah – langkah yang akan anda ambil ketika saingan anda sudah mulai mengganggu setiap sendi – sendi usah anda. Disarankan juga untuk mencari referensi dari buku – buku atau majalah – majalah bisnis. Karena kita tak akan tahu kapan kita ada diatas, kapan kita ada dibawah.
Setelah semua hal tersebut dilakukan, kita sudah bisa melakukan uji coba lapangan yang bertujuan untuk melihat respon pasar terhadap usaha yang sedang akan anda jalankan. Jika respon masyarakat atau konsumen bagus, maka lanjutkan. Jika tidak, maka bisa dilakukan serangkaian evaluasi untuk menilai sekaligus meninjau dimana letak kesalahan kita, kemudian memperbaikinya. Karena sering kali ditemukan di lapangan para pengusaha yang tidak mau mengevaluasi usahanya setelah mengalami kegagalan, tak jarang banyak dari kalangan pengusaha yang terpaksa gulung tikar akibat dari kecerobohannya sendiri.

Incoming search terms:

Komentar