Anestesi

Komplikasi dan Efek Samping Anestesi

on

Anestesi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam dunia kesehatan menurut cara pandang umum yang menggunakan obat yang mampu menghilangkan rasa sakit atau mematikan rasa untuk beberapa waktu. Oleh karena itu terkadang orang yang awam ketika mendengar kata anestesi mengaggap bahwa hal tersebut merupakan salah satu hal yang berbahaya dilakukan terhadap seseorang karena menggunakan bahan-bahan atau obat yang berbahaya bagi manusia.
Dalam hal tertentu hal ini memang benar-benar harus dialakukan untuk menahan rasa sakit saat dilakukan operasi atau dilakukan ketika pasien melakukan hal-hal tertentu yang juga membahayakan keselamtan dirinya sendiri sehingga harus ditenangkan dengan menggunakan anestesi.
Didunia kesehatan sendiri anestesi juga mempunya beberapa komplikasi, namun dapat dicegah dengan berbagai macam cara yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter, bidan atau perawat. 
Ketika anestesi berjalan maupun sesudahnya dapat terjadi komplikasi dan efek samping antara lain sebagai berikut :

Gangguan Pernapasan
Pada seorang penderita dalam kadaan tidak sadar dapat terjadi gangguan pernapasan dan gangguna peredaran darah yang bila tidak diberikan pertolongan maka ia akan meninggal. Bila hal ini terjadi pada waktu anestesi maka pertolongan resusitasi harus segera diberikan untuk mencegah kematian
Penangan yang dilakukan adalah :
1. Mencegah terjadinya cedera
2. Mengusahakan jalannya pernapasan yang baik
3. Mengurangi dosis obat anestesi
4. Mempertahankan jumlah peredaran darah yang cukup
5. Memberikan okseigen yang cukup
Kerja jantung berhenti (Cardiac Arrest)
Sewaktu dalam keadaan anestesi, jantung dapat berhenti secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan teknik misalnya pemberian obat yang berlebihan, mekanisme reflex nervus vagus terganggu, perubahan keseimbangan elektrolit dalam darah, hipoksia dan anoksia, katekolamin darah yang berlebihan, keracunan obat, emboli udara dan penyakit jantung.
Sebenarnya yang tiba-tiba berhenti adalah cardiac output, sedangkan jantung sendiri dalam keandaan asistolik, hiposistolik atau fibrilasi ventikuler
Penangan yang dilakukan:
  1.  Letakkan penderita dalam posisi trendelenberg
  2. Bebaskan jalan pernapasan, lakukan pernapasan buatan, berikan oksigen dengan jalan endotrakheal
  3. Lakukan massage jantung dari luar
  4. Berikan natrium bikarbonat 150mg secarea intervena
  5. Pasang alat elektrokarfiogram untuk mendiagnosa kelainan jantung
  6. Bila jantung dalam keadaan asistosik berikan cairan CaCl 1% sebanyak 10 ml. bila denyut jantung masih berhenti berikan 10 cc cairan adrenalin 1:10.000
  7. Bila terdapat vibrilasi ventrikuler hal ini diatasi dengan alat defibrilasi listrik pada dada
  8. Perhatikan keseimbangan asam-basa darah
  9. Perhatikan pula fungsi dari serebrum
Regurgitasi
Adalah suatu keadaan keluarnya isi lambung ke faring tanpa adanya tanda-tanda. Hal ini disebabkan oleh adanya cairan atau makanan dalam lambung, tingginya tekanan darah lambung dan letak lambung yang lebih tinggi dari letak faring.
Mutah-muntah
Terjadi pada waktu induksi yang berjalan kurang lancar atau oleh pengeruh obat-obatan anestesi yang dipakai. Baik regurgitasi maupun muntah dapat menyebabkan aspirasi isi lambung ke dalam paru-paru
Perdarahan
Setiap persalinan dengan pemberian anestesi selalu diperkirakan akan timbulnya perdarahan postpartum terutama pada anestesi dengan halotan
Reaksi toksik sistemik
Disebabkan karena konsentrasi obat anestesi yang tinggi dalam sirkulasi darah ibu. Hal ini biasanya bersifat sementara, dapat diatasi dengan pemberian oksigen dan biasanya  berkuran setelah konsentrasi obat dalam darah turun. Keluhan yang sering dijumpai adalah palpitasi, gangguan perasaan, tinnitus, kejang-kejang, hipertensi dan bradikardia
Efek samping lain
Dapat berupa sakit kepala infeksi dan keluhan-keluhan neurologic post anestesi
Komplikasi Duramater
Jarum atau kateter anestesi bisa menembus kantong durameter atau pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan.  Kecelakaan yang mungkin sangat berbahaya adalah terpotong atau tertinggalnya sesuatu di dalam ruang epidural
Komplikasi pada janin
          Oksigenasi pada janin terganggu
Hal ini tergantung pada jenis anestesi  dan keadaan umum ibu sewaktu opersai, anemi berat, syok, penyakit jantung, plasenta previa, solusio plasenta dan lain-lain.

          Pengaruh obat-obat yang melewati uri
obat-obat anestesi, premedikasi dan induksi diusahakan tidak terlalu membahayakan janin, karena itu hendaknya dosis tidak boleh terlalu tinggi, terutama sewaktu janin belum dikeluarkan.

Incoming search terms:

Komentar