Bacan

Khasiat Batu Akik Bacan Cincau

By

on

Batu akik Bacan Cincau merupakan salah satu bagian dari batu mulia yang memiliki warna hijau tua kebiruan yang mengkilap. Sama seperti batu akik yang lainnya, orang-orang juga percaya bahwa jenis batu ini juga memiliki manfaat supranatural bagi si pemakai.
Batu akik Bacan sendiri berasal dari pulau Bacan, Maluku. Salah satu batu yang berasal dari Indonesia ini menjadi primadona bagi para pecinta batu mulia baik di dalam dan di luar negeri.
Ada dua jenis batu Bacan, yaitu batu Bacan Doko, dan Bacan Palmea. Batu yang menjadi primadona ini memiliki harga jual yang sangat tinggi. satu butir batu Bacan bisa mencapai puluhan juta rupiah, apalagi batu bacan yang dipercaya memiliki “nyawa” harganya bisa lebih fantastis lagi.
Menurut mitos yang selama ini berkembang, batu Bacan Cincau memiliki khasiat supranatural yang berbeda dengan batu akik lainnya. kekuatan supranaturalnya disebut-sebut melebihi batu akik jenis lain.
Khasiat dari batu mulia jenis ini adalah dapat melancarkan usaha yang sedang kita jalani, melindungi si pemakai dari serangan musuh, dan juga dapat memancarkan aura kecantikan atau ketampanan dari si pemakai. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, batu bacan ini benar-benar termasuk ke dalam batu permata yang sangat indah.
Di jaman yang sudah modern seperti ini, daripada mempercayai seuah batu yang memiliki kekuatan supranatural yang sulit dibuktikan, lebih baik kita menikmati keindahan dari batu mulia ini sendiri.
Batu akik Bacan termasuk ke dalam batu akik yang memiliki nilai jual paling tinggi. satu butir batu akik bacan siap pakai dihargai sebesar Rp 5 juta sampai dengan Rp 15 juta. Sedangkan untuk yang masih berupa bongkahan dihargai sekitar Rp 100 juta sampai Rp 200 juta per kilogramnya. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah batu mulia.
Harga juga menyesuaikan dengan jenis batu akiknya. Semakin bagus warna dan kualitasnya, maka batu bacan ini juga akan semakin mahal. Harga batu yang mahal ini diambil langsung dari bagian paling dalam di pusat pertambangan pulau Bacan, Maluku.

Komentar