Kehamilan

Diagnosis Dan Penanganan Umum Persalinan Dengan Distensi Uterus Saat Akan Melahirkan

on

Diagnosis dan penanganan umum persalinan dengan distensi uterus merupakan hal yang penting dilakukan pada ibu hamil yang akan mengalami proses persalinan. Distensi adalah penggelembungan atau pembesaran yang biasanya terjadi pada bagian perut. Uterus adalah organ yang melindungi dan mewadahi janin pada saat di dalam kandungan atau didalam rahim selama masa kehamilan. Jadi distensi uterus adalah penggelembungan atau pembesaran yang terjadi pada wadah atau pelindung janin melebihi usia kehamilan seseorang. Diagnosis yang dapat dilakukan yaitu dengan USG atau meraba-raba untuk memastikan usia kehamilan. Lalu penanganan yang paling sederhana dan pertama kali adalah dengan menegakkan ibu hamil dan memastikan terlebih dahulu usia kehamilan jika diperlukan.
Penanganan khusus bagi ibu hamil yang mengalami distensi uterus dengan anak tunggal yang besar adalah memimpin persalinan dengan partus spontan, tetapi hati-hati terjadi partus maju, distosia pada bahu, dan pendarahan setelah persalinan. Kemudian periksalah kemungkinan terdapat penyakit diabetes pada ibu hamil. Lakukan palpasi untuk untuk menentukan lokasi janin. 
Suntikan obat antiseptic kepada ibu yang akan melahirkan, lalu curigai kemungkinan-kemungkinan dampak bahaya yang akan terjadi pada janin sebelum dan setelah lahir. Demikian diagnosis dan penanganan umum persalinan dengan distensi uterus saat melahirkan anak tunggal. Penanganan khusus bagi ibu hamil yang mengalami distensi uterus dengan anak ganda yaitu dengan dua kali penanganan.
Penanganan yang pertama adalah untuk janin atau anak ke satu, pertama siapkan terlebih dahulu peralatan resusitasi dan perawatan bayi. Pasang infus pada ibu hamil dan berikan cairan IV. Pantau janin terlebih dahulu dengan auskultasi DJJ, jika ada tanda-tanda kelainan curigai dampak yang berbahaya bagi janin. 
Kemudian diagnosis dan penanganan umum persalinan dengan distensi uterus saat melahirkan anak kedua yaitu periksa presentasi pada janin untuk memastikan janin tidak akan mengalami dampak bahaya. Untuk janin kedua setelah janin pertama lahir, lakukan palpasi abdomen untuk menentukan letak janin kedua. Jika memang diperlukan , lakukan versi luar. Periksa pula letak janin tersebut melalui DJJ.

Incoming search terms:

Komentar