Motor

Servis Sendiri Aki Kering Yang Baru Saja Rusak / Soak

on

Mengingat betapa pentingnya fungsi aki atau akumulator dalam sistem elektrik kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tentu saja membuat accu menjadi salah satu bagian utama kendaraan yang memasok dan mendistribusikan sumber tenaga listrik kendaraan.

Seringkali berbagai macam permasalahan muncul dan membuat kerja kendaraan bermotor sedikit terhambat jika aki sudah soak. Jika aki mulai soak maka berbagai macam masalah kecil timbul, seperti harus mulai mengengkol atau kick starter untuk menghidupkan secara manual kendaraan bermotor khususnya yang beroda dua. Jika kendaraan jenis roda empat maka terpakasa jika aki soak dan tidak mau di carger lagi maka mau tidak mau harus mendorong mobil jika dalam perjalanan saat berhenti aki tidak kuat untuk starter. Beda hal lagi jika fuso atau mobil tronton yang bermuatan besar, jumlah aki yang lebih besar dan kapasitas penyimpanan lebih besar maka sedikit saja aki ini mengalami kesoakan maka akan membuat mobil yang berbahan bakar solar ini bisa tidak berperforma baik. Jika mobil sudah berhenti dan mogok karena tidak mau distater mau tidak mau mobil ini harus menunggu teman yang lain untuk me-jumper istilahnya dari mobil lain.

Me-jumper aki merupakan salah satu hal biasa yang sering dilakukan oleh beberapa sopir kendaraan roda empat atau lebih disaat mereka mengalami mogok kendaraan karena faktor utama yang disebabkan karena aki yang sudah mulai soak. Namun biasanya untuk kendaraan beroda empat seperti bus ini kurang atau tidak begitu peduli dengan gejala aki soak karena jika menurut mereka aki tersebut masih bisa diservis ya lebih baik diservis dulu, selain itu sopir yang mengendarai mobil milik perusahaan cenderung lebih sulit mengajukan permohonan penggantian aki. Sehingga sopir truk atau fuso biasanya hanya mengganti atau menambahkan air zuur atau air aki untuk memperbaiki kualitas performa aki, padahal bisa saja sebenarnya adalah komponen aki yang mengalami kerusakan, jadi biarpun diganti air aki secara rutin tetap saja tidak akan berperforma baik.

Dalam hal diatas memang aki atau accu yang digunakan dalam kendaraan tersebut merupakan aki bertipe basah (wet accu) karena tipe aki yang memiliki kemudahan dalam perawatan dan dapat digunakan atau dicas berulang-ulang. Selain itu harga dari aki basah lebih murah dibandingkan dengan jenis aki kering. Oleh karena itu mungkin saja hal tersebut membuat aki lebih familiar dipakai dan digunakan untuk kendaraan besar karena memang kendaraan tersebut memang memiliki aki yang besar dan tentu saja harganya tidak murah. Untuk ukuran aki basah yang dipakai mobil berukuran besar harganya bisa saja berkisar Rp. 700.000,- s/d Rp. 1.000.000,-, kira-kira harga berkisaran demikian. Mobil fuso atau tronton bisanya juga menggunakan dua aki bahkan bisa saja lebih tergantung komponen litsrik tambahan apa yang digunakan dalam mobil tersebut.

Perbedaan aki basan dan aki kering sering kali menjadi sebuah problematika kecil yang membuat beberapa konsumen aki menjadi bingung menentukan aki mana yang ingin dipakai dalam kendaraannya. Sebaiknya tidak usah bingung dahulu karena selain aki itu fungsinya sama, yang membedakan hanya tipenya saja, masalah awet atau tidak juga tergantung dari pemakaiannya. Setiap kendaraan yang digunakan oleh seseorang pasti memiliki cara pakai yang berbeda setiap pengemudinya, oleh karena itu jangan bingung menentukan pilihan mana yang ingin digunakan.

Sebelum melakukan pembelian dan penggantian aki jenis aki apa saja terutama aki kering sebaiknya lakukan dulu beberapa percobaan servis dan perbaikan aki kering sendiri. Hal ini dilakukan karena memang harga aki kering lebih mahal jadi apa salahnya jika mengatasi masalah ekonomi ini sendiri dengan melakukan percobaan servis ringan sendiri sebelum memutuskan untuk membeli aki kering baru dan membuang yang lama.

Berikut ini tahapan mudah yang bisa dilakukan untuk menservis accu kering :

  1. Persiapkan air zuur atau air aki biasa untuk mengganti air aki basah. Biasanya ada dua jenis air aki yang sering dijual, air aki yang digunakan untuk sekedar menambah air aki yang kurang dan bisanya berlabel warna biru. Untuk mengganti ari aki biasanya berlabel merah, jadi gunakan yang berlabel merah.
  2. Siapkan suntikan atau spet atau apapun yang bisa memasukkan air aki ke lubang aki yang kecil.
  3. Persiapkan juga kain lap
  4. Obeng minus kecil dan perlengkapan lain yung dianggap perlu
  5. Keluarkan aki kering dari dalam box atau dasbor kendaraaan dengan membuka baut yang menghubngkan kabel postitif dan negatif yang ada di kepala busi.
  6. Jika sudah dikeluarkan maka gunakan obeng untuk membuka penutup lubang aki yang biasanya masih kencang sehingga butuh obeng itu untuk menyongkel tutup tersebut.
  7. Lalu masukkan air zuur ke dalam masing-masing lubang sampai penuh tapi jangan sampai terlalu banyak keluar.
  8. Tutup kembali dan rapikan semuanya sampai pasang kembali semua kabel seperti semula.
  9. Hidupkan motor secara manual untuk mengecas aki tersebut. Jika memang aki masih baik maka aki akan bisa digunakan lagi seperti biasanya.

Biasanya yang berhasil dalam cara ini adalah aki kering yang baru saja atau belum lama rusak, jika dilakukan menggunakan cara tersebut mudah-mudahan aki masih bisa dipakai sampai 1 bulan kemudian atau bahkan lebih lama.

Incoming search terms:

Recommended for you

Komentar