Kehamilan

Bolehkah Anda Berolahraga Saat Anda Sedang Hamil?

on

Saat anda sedang mempersiapkan kehamilan, pertanyaan yang terncantum dalam judul arikel ini mungkin adalah satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran anda. Pertanyaan tersebut akan lebih mengganggu lagi apabila anda sebenarnya adalah orang yang suka berolahraga guna menjaga supaya anda tetap bugar dan sehat. Jadi sebenarnya, apakah tidak akan menjadi masalah jika anda berolahraga saat anda sedang dalam masa hamil? Berikut informasinya.

Berolahraga Saat hamil Itu Sah-Sah Saja

Sebenarnya anda tak perlu pusing memikirkan topik tentang olahraga dalam masa kehamilan karena pada kenyataannya, hal ini sah-sah saja untuk dilakukan. Untuk beberapa wanita, terutama mereka yang tidak begitu terbiasa untuk berolahraga, melakukan aktifitas yang satu ini saat hamil bisa menyebabkan suatu ketidaknyamanan. Padahal, satu yang perlu anda ketahui adalah bahwa kenyamanan saat berolahrada dalam keadaan hamil adalah satu hal yang sangat penting. Selama anda merasa nyaman dan tidak menemukan efek samping yang buruk setelah berolahraga tentu saja anda tetap boleh melakukan olahraga. Satu hal yang pasti adalah bahwa anda juga harus memastikan bahwa jenis olah raga yang anda pilih sesuai dengan keadaan anda yang sedang hamil. Akan lebih baik jika olahraga tersebut termasuk dalam kategori olahraga ringan sehingga tingkat resiko buruk yang mungkin anda terima seperti kelelahan atau cidera juga bisa diminimalisir.

Hal Yang Perlu Anda Perhatikan Dalam Melakukan Olahraga Saat Hamil

Selain pilihan olahraga yang tepat masih ada beberapa hal lagi yang juga perlu anda perhatikan saat melakukan olahraga saat anda sedang hamil. Hal pertama adalah konsultasi dengan dokter pribadi dan juga dokter kandungan anda. Mereka adalah orang yang tahu pasti mengenai sejarah kesehatan anda sebelum dan selama masa kehamilan. Dengan demikian, mereka bisa memberikan saran-saran yang tepat sasaran sehubungan dengan kegiatan berolahraga saat sedang hamil. Jika anda sudah menemukan olahraga yang tepat, anda juga tidak boleh lupa bahwa dalam melakukan olahraga tersebut anda tidak boleh dehidrasi karena ini juga akan berpengaruh pada kehamilan anda.

Dilansir juga dari Everyday Health, Kamis (21/32013) ada beberapa aturan dasar latihan kebugaran yang aman dilakukan selama kehamilan antara lain sebagai berikut :

1. Minumlah lebih banyak air untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, serta pakailah pakaian yang nyaman dan mampu menyerap keringat.

2. Anda dapat melakukan olahraga seperti berjalan, berenang, dan bersepeda pada intensitas yang rendah hingga sedang selama 30 menit.

3. Jangan melewatkan olahraga, karena latihan perut dan punggung sangat penting ketika hamil. Olahraga dapat menjaga tubuh Anda tetap kuat menghadapi perubahan postural dan stabilitas hingga setelah melahirkan. Karena sit-up tidak lagi aman, beralihlah dengan berbaring menyamping, memposisikan tangan di lutut, dan berkonsentrasi pada area pusar serta tulang belakang.

4. Jangan berolahraga dengan mengangkat beban berat, melompat, atau gerakan menyentak, terutama selama trimester ketiga. Perubahan hormon selama trimester ketiga membuat tubuh terasa lebih lunak, sehingga mengangkat beban berat dapat menempatkan terlalu banyak tekanan pada tendon, ligamen, dan tulang yang membuat Anda lebih rentan terhadap cedera.

5. Jangan melakukan latihan yang mengharuskan Anda berbaring telentang, tujuannya untuk menghindari tekanan berlebihan pada tulang belakang. Masih banyak wanita hamil yang tidak mempercayai hal ini, tetapi tidak ada salahnya untuk menghindari hal-hal yang masih meragukan demi keamanan bayi.

6. Jangan biarkan suhu tubuh Anda melebihi 38 derajat Celcius. Pastikan untuk berolahraga di lingkungan yang sejuk karena Anda harus menjaga detak jantung di bawah 140 denyut per menit. Suhu tubuh yang terlalu panas ketika berolahraga dapat membuat jantung berdetak lebih cepat.

7. Jangan memilih olahraga seperti basket atau olahraga lain yang mungkin rentan terhadap hilangnya keseimbangan. Ingatlah bahwa pusat gravitasi Anda tidak aktif saat hamil, sehingga risiko untuk jatuh sangat besar ketika Anda melakukan olahraga yang ekstrim.

8. Jangan memutar atau menekan perut, batang tubuh atau tulang belakang. Ada banyak jenis olahraga yang melibatkan gerakan tersebut, bahkan yoga sekalipun. Pilihlah latihan yoga prenatal yang dikhususkan untuk wanita hamil, di mana tidak menyertakan gerakan tersebut.

9. Jangan berolahraga lebih dari 3 sampai 5 hari selama seminggu. Tubuh Anda butuh istirahat, jadi pastikan untuk tidak terlalu memaksakan diri berolahraga sesering mungkin. Berhentilah berolahraga ketika Anda mengalami salah satu gejala berikut, seperti pusing, pingsan, sakit kepala, sesak napas, kontraksi rahim, pendarahan vagina, dan jantung berdebar-debar.

Komentar