Nasional

Anyaman Bambu Kalo/Irik, Kerajinan Tangan Khas Desa Tulungagung

on

Kerajinan tangan merupakan salah satu cabang ekonomi kreatif yang saat ini merupakan salah satu incaran dari Pemerintah Indonesia.  Memang saat ini sering sekali muncul berbagai macam jenis ekonomi kreatif yang ditayangkan dalam acara televisi maupun berbagai macam media informasi lainnya termasuk media cetak dan internet.
Perkembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu hal yang memang sangat menopang kemajuan suatu daerah, karena dengan adanya sentra ekonomi kreatif di suatu dearah maka secara otomatis daerah tersebut memiliki suatu ciri khas khusus yang didapat dari adanya ekonomi kreatif.  Bahkan ada beberapa daerah yang memiliki kerajinan khusus seperti kain ulos misalnya, tetunya orang akan mengetahui bahwa kain ulos ini adalah kerjaninan tangan dari suatu daerah tertentu yaitu di daerah sumatra utara yang dikembangkan oleh suku batak.
Meninjau dari hal tersebu memang keberadaan kerajainan tangan memang memberikan sebuah pandangan khusus yang memang saat ini keberadaannya perlu dilestarikan karena hal-hal seperti ini biasanya dikembangkan secara turun menurun.  Kerajinan tangan di Indonesia khususnya memang sangat banyak, namun yang mampu menembus pasar internasional maupun memiliki harga jual yang lumayan tinggi tidaklah banyak.

Sebagai salah satu contoh industri kreatif yang dikenal dengan julukan keranjang dan irik (erek) merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang menjadi salah satu sumber penghasilan di daerah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung dan tepatnya berada di Desa Tulungagung Kecamatan Gadingrejo.
Keranjang dan Irik merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang berkembang di daerah tersebut dan memilik daya jual lumayan tinggi karena sebagian besar dari penduduk di daerah tersebut banyak menggantungkan ekonominya dari kerajinan tangan tersebut.  Ibu-ibu di daerah itu rata-rata memiliki kemampuan menciptakan kerajinan tangan itu.  Asal kemampuan mereka memang telah dimiliki sejak kecil karena biasanya wanita di daerah itu yang telah menginjak usia remaja banyak membantu membuat kerajinan tangan itu disela waktu kesibukan mereka sebagai seorang pelajar maupun pekerja buru dan tani.
Tingkat ekonomi yang semakin membaik saat ini juga sebagian besar dihasilkan dari menganyam kerajinan tangan keranjang.  Semakin sedikit produsen atau orang yang menciptakan keranjang dan irik ini membuat pasaran kerajinan tangan jenis ini menjadi sangat dicari.  Fungsi utama dari kerajinan tangan ini adalah sebagai tempat untuk meniriskan makanan maupun menempatkan makanan setelah dimasak atau di kukus.  Mungkin fungsinya berbeda-beda di suatu tempat, di desa Tulungagung kebanyakan memanfaatkan irik sebagai perangkat dapur yang serbaguna karena dapat digunakan untuk menunjang sebagian besar kesibukan didapur.
Saat ini pada umumnya di daerah Pringsewu, Pekon Tulungagung merupakan salah satu sentra terbesar kerajinan tangan yang khas dari bambu. Banyak juga kerajinan tangan yang dimunculkan oleh masyarakat sekitar selain irik dan keranjang, masih ada tampah serta berbagai macam kerajinan lainnya yang diciptakan dari bambu seperti plafon dari bambu, hiasan dinding dari bambung, lampion dari bambu, tempat kue dan minuman dari bambu dan lain sebagainya.
Dilihat dari sangat termanfaatkannya bambu di desa Tulungagung ini, maka tidak salah jika apresiasi untuk masyarakat Tulungagung adalah menjadi sebuah daerah sentral industri anyaman bambu yang sebaiknya diperhatikan oleh pemda setempat.

Incoming search terms:

Komentar