Gadingrejo

“AD” Sang Pemberi Informasi Sesat Penyulut Kemarahan Petani

on

Dilansir dari media lokal Kabupaten Pringsewu (lampungraya.com), terkait dengan informasi palsu yang beredar di media masa tentang bantuan pupuk yang di salah gunakan ternyata menuai konflik. Informasi yang diberikan oleh salah satu warga “AD” yang membeberkan informasi tanpa data penunjang dan tanpa ada bukti yang nyata memberikan keterangan salah tentang distribusi bantuan pupuk di Desa Tulungagung Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Penjelasan dan informasi yang disampaikan “AD” kepada media terkait dengan program bantuan yang diterima oleh Poktan atau kelompok tani Bina Karya I dan bantuan Program Jaringan Irigasi (PJI) yang dikelolaperhimpunan petani pemakai air (P3A) Bina Karya Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu tidak sesuai dan sudah mencemarkan dan picu keresahan. Masyarakat tani yang tergabung kedalam 8 Poktan dan Gapoktan serta P3A “gerudug” rumah AD.

Beruntung, masyarakat yang sedari sore sudah disulut emosi dan bersiap-siap untuk membawa “AD” ke forum rapat klarifikasi tidak berhasil menemui “AD”. Rumah “AD” nampak tertutup rapat-rapat, sebab yang bersangkutan sudah terlebih dahulu menggosokan rumahnya, membawa isteri dan anaknya kabur dari rumah khawatir dari kemungkinan terjadinya amukan massa.

Masyarakat tani akhirnya digiring dan dikumpulkan dirumah kepala pekon tulung agung, Amin Mutakin. Nampak dua personil intel dari Polsek Gadingrejo berjaga-jaga mengamankan situasi yang ada serta anggota Babinsa dan Babinkamtimmas dari Koramil Gadingrejo.

Warga yang sudah tersulut emosi karena informasi yang merugikan petani Pekon Tulungagung di kondisikan dan diredam emosi oleh anggota TNI dan POLRI

Puji Hartono, Ketua Gabungan P3A menjelaskan sebenarnya agenda pada malam tersebut guna meminta klarifikasi dan penjelasan dari AD atas informasi yang sudah disampaikan kepada rekan media sehingga memicu keresahan warga. “Agendanya, kita hanya ingin mendengar penjelasan dari “AD” seperti yang disampaikan di media itu,” ucapnya.

Akhmad Suaidi, ketua perhimpunan petani pemakai air (P3A) Bina Karya Pekon Tulung Agung, mengatakan adanya pemberitaan yang tidak berimbang serta sudah salah ini, menyulut masyarakat tani disini marah. “Padahal yang bersangkutan (AD) ikut mengahdiri rapat dan menyetujui apa yang menjadi kesepakatan rapat. Semua data, berita acara dan hasil natulensi rapat ada dan lengkap mas. Jadi semua yang disampaikan AD itu tidak benar,” jelas Suaidi.

Suaidi menambahkan, petani selama ini sudah berusaha ikut berkontribusi dan membangun pertanian yang ada. Namun kata dia, bila kami diberitakan seperti ini dan ternyata tidak sesuaid enga fakta yang ada, jelas ini merugikan kami. “Kelompk tani dan P3A disini siap bubar dan dibubarkan mas, bila kondisinya terus-terusna seperti ini. Kami masih bisa berkontribusi tanpa harus melalui kelompok atau lainnya untuk membangun pertanian di tulung agung ini,” tegas Suaidi.

ricuh gapoktan tulungagung gadingrejo

Warga yang sudah tersulut emosi sedang di kondisikan dan diredam emosi oleh anggota TNI dan POLRI

Informasi yang diberikan “AD” oknum PNS yang juga merupakan anggota kelompok tani yang pada akhirnya menyulut emosi masyarakat dan membuat resah. “Kami inggin “AD” mengklarifikasi atas apa yang sudah disampaikan kepada wartawan hingga muncul berita yang tidak benar seperti ini,” tegas Suaidi sembari menunjukan bukti pemberitaan yang ada di salah satu media lokal lampung.

Dari di lapangan, ratusan warga (petani) sudah mulai bergerak dan berkumpul di beberapa titik sejak pukul 19.00 (2/6) guna meminta “AD” keluar dari rumah dan mengklarifikasi atas informasi yang sudah disampaikannya. Namun, hingga pukul 21.00 WIB, “AD” yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang, sehingga aparatur kepolisian yang berjaga-jaga berusaha membubarkan kerumunan warga dan meminta mereka pulang ke rumah masing-masing.

Komentar