hukuman mati satinah

9 hari menjelang hukuman mati TKW satinah

By

on

Satinah binti jumaidi lahir di jawa tengah 41 tahun lalu menjadi TKW di Arab saudi demi menghidupi anaknya. TKW asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ini sebenarnya mempunyai seorang suami bernama ruli, namun ruli pergi ke jakarta meninggalkan satinah sewaktu satinah pergi ke Arab. Hingga saat ini tidak diketahui kabarnya.

9 hari lagi tepatnya Pada 3 April 2014 mendatang, Satinah akan dihukum pancung oleh algojo. Pemerintah Arab saudi menyatakan Satinah bersalah karena telah membunuh majikannya sendiri pada awal juni 2009 silam, hal itu dilakukan lantaran satinah sering dianiaya. satinah pun dianggap mencuri uang majikannya sekitar Rp. 115 juta.

Sejak tahun 2009 itu satinah dipenjara, kemudian satinah dijatuhi hukuman mati karena terbukti melakukan pembunuhan. Tahun 2011 seharusnya satinah sudah dihukum mati namun ditunda hingga kini.

cara menyelamatkan satinah dari hukuman mati adalah dengan memberi uang tebusan sebesar Rp 21 milyar. Jumlah tersebut tentu saja bukan uang yang sedikit buat satinah

itulah nasib kami para TKI,di sanjung saat kami memberi pundi-pundi rupiah ke kantong para pejabat dan pemerintah RI dan di lupakan pada saat kami bermasalah,”asal tahu saja wahai para pejabat KAMI rindu dengan keluarga kami,cinta dengan negara kami, tapi kenapa kami harus ke luar negeri membuang diri,padahal negara kami KAYA sumber daya alam banyak. lalu kenapa pemerintah tidak bisa memberi kami lapangan kerja. Itulah kata yang dilontarkan orang yang mengaku sebagai TKI di media online.

banyak dukungan yang diberikan dan harapan rakyat indonesia agar satinah bisa selamat dari hukuman mati.

Incoming search terms:

Komentar